Sabtu, 05 Desember 2009

INGIN SEHAT ? BERILAH MAAF.

Oleh: Ewith Bahar.
Apa hubungannya sehat dengan memaafkan ? Sepertinya berbeda kutub, sehat terkesan sangat berkaitan dengan performa fisik, sementara memaafkan adalah suatu pekerjaan yang berhubungan dengan mental spiritual yang abstrak. Namun demikian anjuran memaafkan untuk kesehatan telah lama saya dengar dan ketahui tapi tak pernah benar-benar tertarik memanfaatkannya. Barangkali karena belum pernah bersentuhan secara langsung dengan permasalahan yang serius membuat saya harus mengerahkan bathin untuk memaafkan. Hingga suatu hari !!!
Seseorang membuat saya amat terluka, marah, jatuh harga, dan sedih yang amat sangat. Belum pernah saya merasa sangat marah sekaligus sedih seperti itu, sampai-sampai seolah ingin mati. Namun untung akal sehat masih tetap lebih dominan. Artinya saya tetap sadar sepenuhnya bahwa amarah dalam dada ini akan sangat merugikan kesehatan saya dan saya harus mencari cara untuk memusnahkannya. Dan saya tak punya daya untuk membalas dendam. Bukan karena takut atau tak tahu caranya. Saya berani dan tahu caranya, namun harga diri yang sangat tinggi melarang saya untuk melakukan tindakan-tindakan yang akan melunturkan citra baik yang sudah dengan susah payah saya bangun selama ini.
Akhirnya saya membuat keputusan ekstrim. Orang yang telah membuat saya murka bukan alang kepalang itu HARUS SAYA MAAFKAN. Kejadian menyakitkan yang telah saya alami itu HARUS SAYA IKHLASKAN. Saya merasa getir sendiri, bagaimana mungkin kemarahan ini harus ditransformasi menjadi maaf ? Bagaimana mungkin orang yang telah membuat saya segan hidup itu justru harus saya maafkan dan sekaligus doakan ? Dalam keadaan sangat tidak ikhlas, pelahan-lahan dengan airmata yang masih mengalir, dalam kesepian kamar ditengah malam sepi saya berbisik: "Aku ikhlas mengalami semua ini, aku ikhlas lahir bathin, karena tak ada sesuatupun yang terjadi tanpa izin MU Ya Allah. Aku ikhlas ya Rabb". Air mata saya mengalir tambah deras, karena merasa sangat ironis, memaksakan diri untuk IKHLAS dalam ketidak ikhlasan. Namun kalimat itu berulan g-ulang terus saya lafalkan. Wajah "penjahat" itu kemudian terlukis di mata saya, dan membuat kebencian di hati saya menggunung lagi. Saya pejamkan mata dan kembali berbisik: "Aku ikhlas lahir bathin memaafkanmu. Semoga Allah selalu memberimu kebahagiaan, keberuntungan dan penerang dalam setiap kesulitanmu. Semoga setiap keinginan baikmu terkabul, dan setiap langkah hidupmu membuahkan rizki yang halal, termasuk rizki kesehatan dan rizki ketakwaan". Saya terus mengulangnya, entah berapa kali. Puluhan kali sudah pasti. Afirmasi ikhlas dan maaf itu juga saya selingi dengan zikir "Astaghfirullah" dan asma'ul husna "Yaa Qowiyy Yaa Matiin" yang artinya Maha Kuat dan Maha Perkasa, yang sengaja saya ucapkan untuk memberi kekuatan pada diri dan hati. Sampai akhirnya.....keajaiban menghampiri saya. Saya merasa sejuk, ringan, damai, dan rasa kasih sayang yang mendalam mengaliri hati saya dengan begitu luar biasa. Saya tengok jam, hampir satu jam setengah ternyata saya larut dalam tepekur ini. Saya terheran-heran dan takjub, kemana kemarahan saya menguap ? Kemana kesedihan yang tadi begitu pekat menggelapkan hati ? Demi Allah, begitulah terjadinya, ini pengalaman pribadi, saya tidak melebih-lebihkan atau mengurangkannya untuk mendramatisir cerita ini. Wajah "sang penjahat" yang semula dalam khayalan ingin saya terkam hidup-hidup , kini justru terbayang dalam ekspresi wajah yang lain. Saya merasa kasihan, pasti ia berada dalam konflik sehingga sehingga harus bersikap menyakitkan. Saya kasihan padanya karena membayangkan , bahwa diluar sepengetahuan saya mungkin ia berada dalam keadaan yang menjepit sehingga kehilangan kontrol untuk bersikap. Saya merasa kasihan padanya, karena saya merasa pasti meskipun sedikit saya mungkin punya andil membuatnya harus bersikap menyakitkan. Airmata kembali mengalir, namun kali ini airmata ketulusan memohon ampun pada Allah semoga mau memaafkan kesalahan saya yang telah menyebabkannya harus berbuat buruk. Dengan airmata ketulusan pula saya kemudian memohonkan pada Allah agar dia yang saat ini mungkin berada dalam masalah, dalam kesedihan, agar segera diberi pertolongan. Alangkah ajaibnya ! Saya terus menerus terheran-heran, bagaimana mungkin dua jam yang lalu hati saya masih menghunus pedang kemarahan dan mengucapkan afirmasi "maaf" dan "ikhlas" dengan perasaan marah, kini terduduk diam dalam tenang yang dalam dan sejuk dengan kalbu diliputi penuh maaf dan ikhlas. Analisisnya adalah, yang pertama, benar bahwa kekuatan do'a tak pernah sia-sia. Kedua, kekuatan pikiran dimana kita mengirimkan afirmasi dengan konsisten secara terus menerus, akan diolah sedemikian rupa oleh bawah sadar (subconsciousness) dan mewujudkannya sebagaimana yang kita inginkan.
Alhamdulillah, pilihan memaafkan ketimbang marah dan dendam itu kini berbuah persahabatan yang indah. Dan beberapa minggu yang lalu, seorang teman yang memiliki problem dengan kemarahan pada seseorang ini saya sarankan melakukan hal serupa dengan yang telah saya jalankan. Dan ia langsung menjalaninya. Dan kemudian "melaporkan" hasilnya pada saya. Ia takjub. Maaf dan ikhlas yang awalnya di stimulasi dengan afirmasi berulang-ulang itu working so well ! Si teman yang sebelumnya sering merasa sakit kepala dan beberapa keluhan fisik lain nya tersebut, sejak kejadian memaafkan dengan ikhlas tersebut, tak lagi mengalami problem dengan penyakit-penyakit menyebalkan itu. Memaafkan terbukti memang terapeutik, punya efek penyembuh yang besar. Dalam bukunya, "Forgive for Good", Dr. Frederic Luskin menjelaskan bahwa penting bagi kita memiliki sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti ampuh untuk kesehatan dan kebahagiaan. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak buruk pada kesehatan yang dapat terlihat jelas. Sebuah tulisan berjudul "Forgiveness" (Pemaafan) , yang diterbitkan oleh Healing Current Magazine (sebuah majalah kesehatan di Amerika) menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani. Kemarahan menurut penelitian medis, disinyalir dapat meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung.
Memang lebih banyak penelitian medis yang membuktikan bahwa ada korelasi yang erat antara kondisi mental atau kejiwaan yang tenang dan kesehatan fisik. Makin tenang dan tentram bathin serta jiwa seseorang, makin sehat dia, dan makin kuat kadar imunitasnya. Survey membuktikan bahwa hampir semua penderita kanker di seluruh duniapun, mengawali penyakitnya yang mengerikan itu dengan memelihara rasa dendam dan kepahitan terhadap orang lain yang mereka pendam selama bertahun-tahun. Dendam dan kanker ini ternyata berkorelasi secara kuat. Dendam yang membawa stress, melemahkan seluruh sistem tubuh, termasuk kacaunya kerja enzim-enzim dan hormon.

Senin, 24 Agustus 2009

PUASA DAN PENYEMBUHAN KANKER

By: Ewith Bahar

Penyebab kanker sudah lama diketahui merupakan multi faktor. Artinya tidak disebabkan oleh faktor tunggal. Namun dipercaya bahwa kanker adalah efek samping dari gaya hidup modern yang salah kaprah dan tak terkontrol. Kombinasi stress kronis, racun-racun kimiawi dari polusi, efek bahan-bahan pengawet pada makanan, serta beberapa pencetus lain merupakan hal-hal yang dapat menyebabkan kanker.

Pengobatan terhadap kanker terus mengalami kemajuan dari waktu ke waktu dengan berbagai metodologi, namun hingga saat ini belum didapatkan cara terjitu yang dapat menuntaskan penyakit tersebut hingga mencapai kesembuhan total. Salah satu cara yang kini mulai dilirik untuk lebih menjinakkan keganasan kanker adalah berpuasa. Efek medik dari puasa memang sangat masuk akal, karena puasa sebetulnya adalah proses detoksifikasi menyeluruh pada tubuh. Dengan berpuasa, secara otomatis kita telah mengurangi asupan makanan berlemak dan tinggi kalori, juga membatasi nikotin, alkohol, kafein, gula, susu, daging, garam, MSG, dan telur yang dalam kuantitas tertentu bisa merugikan tubuh. Selain itu, berpuasa juga akan membatasi pemasukan zat pemanis buatan, zat pewarna sintetik, zat pengawet kimia, dan bahan bahan lain yang sesungguhnya tidak dibutuhkan oleh tubuh. Detoksifikasi dapat diartikan sebagai pembersihan tubuh bagian dalam, terutama sistem pencernaan, terhadap berbagai jenis racun. Karena secara alamiah, usus besar (kolon) merupakan pusat kotoran, sehingga wajar kalau organ tersebut tidak bisa bersih 100 persen. Dengan berpuasa, usus kita menjadi tidak penuh seperti biasanya.
Kosongnya usus akan mengurangi peluang kontak antara senyawa beracun (toksin) dengan usus, sehingga dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit, terutama kanker kolon. Kanker kolon timbal terjadi karena kontak secara terus-menerus antara senyawa karsinogenik (penyebab kanker) dengan dinding kolon.

Puasa notabene membatasi frekwesi makan, karena salah satu dampak negatif dari makan yang berlebih adalah menumpuknya racun (toksin) di dalam tubuh. Racun tersebut merupakan salah satu metabolit dari proses metabolisme normal di dalam tubuh. Organ tubuh yang harus bekerja keras untuk mengatasi toksin tersebut adalah hati. Hati harus melakukan proses detoksifikasi (penawaran racun) agar tidak meracuni tubuh. Kemampuan hati sangat tergantung dari toksin yang baru saja dilumpuhkan. Jika jumlah toksin berlebih karena pola makan yang selalu berlebih, hati tidak akan mampu untuk menetralkannya.
Maka ummat Islam sangat beruntung dapat menjalani puasa Ramadhan sebulan penuh sebagai penyeimbang dari 11 bulan yang terlewati sebelumnya dengan kegiatan makan yang menumpuk racun-racun dalam tubuh. Tak heran tubuh yang telah dibersihkan dari racun-racun ini menjadi sehat dan pulih, sementara kelangsingan tubuh yang menyertai hasil dari puasa tersebut sebetulnya hanyalah merupakan efek samping belaka. Karena puasa bukan semata-mata metode untuk pelangsingan. Selain sebagai penggemblengan mental spiritual sebagai esensi utama dari ibadah puasa itu sendiri, kegiatan ini mengandung seribu manfaat yang tak bisa diabaikan begitu saja. Beberapa manfaat puasa terhadap kesehatan antara lain: memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan; membebaskan tubuh dari racun, kotoran dan ampas yang bertumpuk; membuat kulit lebih sehat bersinar; memblokir makanan untuk bakteri, virus dan sel kanker; menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh; meningkatkan daya serap makanan; menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh; memperbaiki fungsi hormon; meningkatkan fungsi organ reproduksi; meremajakan sel-sel tubuh; meningkatkan fungsi organ tubuh; meningkatkan fungsi susunan saraf pusat, dsb.

Bayangkan, tubuh yang telah mengalami proses penyehatan dan pemulihan yang luar biasa itu, tentu meningkatkan daya tahan tubuh secara signifikan. Daya tahan tubuh yang meningkat juga merupakan suatu cara menguatkan antibody pada tubuh yang dapat menangkal serangan-serangan merugikan berupa penyakit. Sehingga dapat dimaklumi bila invasi sel kanker juga dapat dihambat atau diperlambat kecepatannya untuk menyebar. Semakin kuat antibody tubuh, semakin piawai pula dalam menumpas ganasnya sel-sel kanker. Namun tentu saja metodologi puasa ini tidak dihentikan begitu saja, lalu kembali ke gaya hidup serupa sebelumnya yang "kotor" dan tak teratur. Karna bisa jadi racun yang cepat kembali menumpuk, akan membuat tubuh kembali tak berdaya. Proses detoksifikasi bisa diteruskan sebagai pilihan gaya hidup sehat yang dijalani secara berkelanjutan. Misalnya melakukan ritual puasa seminggu dua kali. Atau pilihan lain, menjalani hidup bersih dengan diet makanan sehat rendah kalori yang menjauhi daging dan makanan berpengawet, serta memperbanyak asupan buah dan sayur . Karna sehat sebetulnya tidak terjadi dengan sendirinya. Sehat adalah sebuah pilihan hidup dan keputusan pribadi.

Senin, 03 Agustus 2009

FILM TENTANG KANKER, "PIECES OF APRIL"

Oleh: Leila S. Chudori.

Sutradara: Peter HedgesSkenario: Peter HedgesPemain: Kathie Holmes, Patricia Clarkson, Oliver Platt Produksi: MGM/United Artist

Sebuah perjalanan menuju New York adalah sebuah jalan panjang mencari hubungan cinta sebelum kematian. Di sebuah pagi hari Thanksgiving, keluarga Burns tergopoh-gopoh berbenah diri karena akan melangsungkan perjalanan panjang menuju New York dengan mengendarai mobil. Putri sulung, April Burns (Katie Holmes), mengundang seluruh anggota keluarganya untuk menikmati kalkun panggang buatannya di hari Thanksgiving—sebuah tradisi keluarga Amerika untuk bersyukur—di apartemennya di New York, tempat tinggalnya bersama pacar barunya, Bobby (Derek Luke).

Ini seolah menjadi "cerita biasa" jika keluarga Burns didefinisikan sebagai "keluarga biasa" di Amerika. Tetapi Hedges adalah seorang pendongeng yang bertutur dengan "kejam" karena percaya bahwa dalam kepahitan hidup masih ada keindahan. Semua film yang ditulisnya (sebelumnya ia dikenal sebagai penulis skenario About a Boy dan What's Eating Gilbert Grape) selalu menyajikan kisah tentang bagaimana keluarga-keluarga di Barat yang disfungsional mencoba bertahan hidup dengan "normal".

Film Pieces of April menyajikan kisah keluarga Burns dengan humor dan air mata. Joy Burns, sang ibu (diperankan dengan dahsyat oleh Patricia Clarkson, yang meraih nominasi Academy Awards tahun ini), digerogoti kanker dan akan menghadapi hari-hari akhirnya dengan sikap yang kontradiktif: tenang, terkadang sinis, penuh humor pahit, tetapi juga penuh dendam dan penyesalan pada diri sendiri. Ia mengenakan wig karena rambutnya habis digilas mesin kemoterapi. Payudaranya telah hilang disadap kanker, dan nyawanya sudah menanti giliran untuk direbut dari tubuhnya. Sang ayah, Jim Burns (Oliver Platt dalam penampilan yang berbeda: manis dan penuh pengertian), adalah seorang ayah yang sangat akomodatif terhadap apa pun keinginan dan keganjilan sang istri. Beth (Allison Pills), adik "teladan" yang tak rela harus berjalan jauh mengunjungi sang kakak, yang selama ini dikenal sebagai anak yang paling menyusahkan keluarga. Timmy (John Gallagher Jr.), adik lelaki, fotografer yang merekam seluruh kejadian dalam hidup keluarganya. Dan terakhir, sang nenek Dottie (Alice Drummond), yang sudah pikun tetapi sesekali mampu secara efektif mengeluarkan kritik tajam terhadap sarkasme putrinya yang mengiris hati.

Perjuangan pertama yang tampil di layar adalah bagaimana seorang berandal seperti April, yang hidup di apartemen kumuh dengan pacarnya (baru kali ini dia punya pacar baik hati yang tulus), mantan pecandu narkotik, trouble maker nomor wahid di keluarga ("Dia punya hobi membakar kasur di rumah, hobi menusuk seluruh tubuhnya dengan berbagai anting," seru sang ibu, putus asa), mencoba menyelenggarakan rekonsiliasi dengan keluarganya, yang sudah lama ditinggalkannya, dengan memasak kalkun panggang. Harap ingat, April adalah seorang perempuan remaja dengan berbagai lubang tindik di sekujur tubuh, make up mata seperti habis ditonjok, dan mantan pecandu narkotik yang mencoba hidup baik-baik, tapi belum pernah mengupas bawang, apalagi mengetahui resep isi kalkun. Tapi "nawaitu" itu penting. Meski seluruh keluarga luar biasa enggan menyambangi sang kakak—karena takut menghadapi masalah—kecuali sang ayah yang selalu percaya putri sulungnya berniat hidup baik, perjuangan April untuk memasak menjadi sebuah komedi yang mengharukan. Dimulai dari oven yang rusak, April memulai hari besar buruknya dengan menenteng kalkunnya yang mentah dari satu apartemen ke apartemen lain untuk numpang meminjam panggangan. Ia bertemu dengan tetangga, pasangan yang memasak kalkunnya dengan "baik dan benar" ("Tidak ada yang mau makanan dari kalengan," kata sang suami dengan nyinyir mendengar April akan mengaduk cranberry sauce dari kaleng), ke tetangga lain yang berisi seorang yuppie yang bersedia meminjamkan ovennya yang licin mulus dengan "ongkos" seks (yang tentu saja dibalas April dengan menghajar tetangga kurang ajar itu).
Sementara April berjuang setengah mati untuk kejayaan seekor kalkun, keluarganya berjuang untuk tetap bersatu di dalam mobil dalam perjalanan menuju New York, diselingi muntah-muntah sang ibu (penderita kanker yang sedang dikemoterapi), adegan menabrak bajing yang diakhiri dengan "upacara pemakaman", perdebatan yang tak henti-hentinya di dalam mobil karena semua sibuk mengingat-ingat adakah kenangan manis bersama April yang patut diingat.
Film dengan tema sederhana ini menjadi luar biasa karena mampu meremas humor dan air mata tanpa manipulasi; semuanya mengalir begitu saja. Penampilan semua bintang meyakinkan, tetapi penampilan Patricia Clarkson sebagai sang ibu adalah sebuah perayaan seni peran kelas atas.

Akhir film ini tentu saja sebuah akhir yang diharapkan penonton: bahwa semua kesulitan dan mimpi buruk ini harus berakhir dengan kedamaian. Tetapi Peter Hedges tak akan memberikan akhir yang bahagia secara gampangan. Dia paham bahwa setelah seluruh suasana chaos dan hati yang berdarah, penonton harus diberi antidot, sesuatu yang "menyembuhkan" ketidaknyamanan. Toh Hedges tetap menekankan, film ini adalah tentang sebuah perjalanan, bukan tujuan. Tak banyak sutradara dan produser yang mampu melakukan ini: membuat film "kecil" dengan anggaran rendah hanya dalam waktu tiga pekan dengan hasil yang besar: luar biasa!


DERITA KANKER DALAM SITUASI SALAH PAHAM

Sebuah salah pengertian bisa dengan tragis mengakibatkan kehancuran sebuah rumah tangga.Sungguh menyedihkan tatkala nilai akhir sebuah kehidupan sudah terbuka, tetapi segalanya sudah terlambat.
Bermula dari rencana membawa nenek utk tinggal bersama menghabiskan masa tuanya bersama kami, ternyata malah telah menghancurkan ikrar cinta yg telah kami buat selama ini, setelah 2 tahun menikah. Sejak kecil suami saya telah kehilangan ayahnya, dia adalah satu-satunya harapan nenek, nenek pula yg kemudian membesarkannya dan menyekolahkan dia hingga tamat kuliah. Tentang rencana mengajak nenek tinggal bersama, tentu saya setuju, dan kami segera menyiapkan sebuah kamar yg menghadap taman untuk nenek, agar dia dapat berjemur, menanam bunga dan sebagainya.
Setekah bersama kami kebiasaan nenek di kampung tidak berubah. Namu kebiasaanku menghias rumah dengan bunga segar kurang berkenan dihatinya, sampai akhirnya nenek tidak tahan lagi dan berkata kepada suami:"Istri kamu hidup foya-foya ,buat apa beli bunga terus?Kan bunga tidak bisa dimakan?" Aku menjelaskannya kepada nenek:"Ibu,rumah dengan bunga segar membuat rumah terasa lebih nyaman dan suasana hati akan jadi lebih gembira."
Nenek berlalu sambil ngedumel, lalu suamiku berkata sambil tertawa:"Ibu,ini kebiasaan orang kota,lambat laun ibu akan terbiasa juga." Sejak itu nenek tidak protes lagi, tetapi setiap kali melihatku pulang sambil membawa bunga,dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya berapa harga bunga itu, dan setiap mendengar jawabanku dia selalu mencibir sambil menggeleng-gelengkan kepala. Setiap membawa pulang barang belanjaan, dia pun selalu tanya itu berapa harganya , ini berapa.Dan setiap aku jawab, dia selalu berdecak dengan suara keras. Suamiku yang sangat menyayangiku sambil tertawa memencet hidungku berkata:"Putriku,kan kamu bisa berbohong. Jangan katakan harga yang sebenarnya."
Tapi lambat laun, keharmonisan dalam rumah tanggaku mulai terusik. Nenek sangat tidak bisa terima melihat suamiku bangun pagi menyiapkan sarapan pagi untuk dia sendiri, karena di mata nenek seorang anak laki-laki masuk ke dapur adalah hal yang sangat memalukan. Di meja makan,wajah nenek selalu cemberut dan aku sengaja seperti tidak mengetahuinya.Nenek selalu membuat bunyi-bunyian dengan alat makan seperti sumpit dan sendok, itulah cara dia protes.
Pekerjaanku adalah instrukstur tari yang seharian terus menari dan membuat badanku sangat letih, sehingga aku tidak ingin membuang waktu istirahatku dengan bangun pagi apalagi disaat musim dingin. Nenek kadang juga suka membantuku di dapur,tetapi makin dibantu aku menjadi semakin repot,misalnya;dia suka menyimpan semua kantong-kantong bekas belanjaan,dikumpulkan agar bisa untuk dijual katanya. Jadilah rumahku seperti tempat pemulungan kantong plastik,dimana-mana terlihat kan tong plastik besar tempat semua kumpulan kantong plastik. Hal lain yang menjengkelkan adalah kebiasaan nenek mencuci piring bekas makan dengan tidak menggunakan cairan pencuci. Agar supaya dia tidak tersinggung, aku selalu mencucinya sekali lagi pada saat dia sudah tidur.Suatu hari,nenek mendapati aku sedang mencuci piring malam harinya,dia segera masuk ke kamar sambil membanting pintu dan menangis. Suamiku menjadi serba salah,malam itu kami tidur seperti orang bisu. Aku coba bermanja-manja dengan dia,tetapi dia tidak perduli. Aku menjadi kecewa dan marah."Apa salahku?" Dia melotot sambil berkata:"Kenapa tidak kamu biarkan saja? Apakah makan dari piring itu bisa membuatmu mati?"
Aku dan nenek tidak bertegur sapa untuk waktu yg cukup lama, suasana mejadi kaku. Suamiku menjadi sangat kikuk,tidak tahu harus berpihak pada siapa?Nenekpun tidak lagi membiarkan suamiku masuk ke dapur,setiap pagi dia selalu bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan untuknya. Suatu kebahagiaan terpancar di wajahnya jika melihat suamiku makan dengan lahap. Sinar matanya seakan mencemoh sewaktu melihat padaku,seakan berkata dimana tanggung jawabmu sebagai seorang istri? Demi menjaga suasana pagi hari tidak terganggu,aku selalu membeli makanan diluar pada saat berangkat kerja. Saat tidur,suami berkata: "Sayang, apakah kamu merasa masakan ibu tidak enak dan tidak bersih sehingga kamu tidak pernah makan di rumah?" sambil memunggungiku dia berkata tanpa menghiraukan air mata yg mengalir di kedua belah pipiku.Dan dia akhirnya berkata:"Anggaplah ini sebuah permintaanku,makanlah bersama kami setiap pagi."Aku mengiyakannya dan kembali ke meja makan yg serba canggung itu. Pagi itu nenek memasak bubur, kami sedang makan dan tiba-tiba ada perasaan mual yg sangat kuat menimpaku, seakan-akan isi perut mau keluar semua. Aku menahannya sambil berlari ke kamar mandi, dan segera mengeluarkan semua isi perut. Setelah agak reda,aku melihat suamiku berdiri didepan pintu kamar mandi dan memandangku dengan sinar mata yg tajam, sementara diluar sana terdengar suara tangisan nenek sambil berkata-kata dengan bahasa daerahnya. Aku terdiam dan terbengong tanpa bisa berkata-kata. Sungguh bukan sengaja aku berbuat demikian!. Pertama kali dalam perkawinanku, aku bertengkar hebat dengan suamiku. Nenek melihat kami dengan mata merah lalu berjalan menjauh, suamiku segera mengejarnya keluar rumah.
Tak kusangka, kelak baru kuketahui bahwa penyebab muntahku adalah tanda-tanda ngidam menyambut calon bayi kami. Sejak pergi mengejar nenek pagi itu, selama 3 hari suamiku tidak pulang ke rumah dan tidak juga meneleponku.Aku sangat kecewa,semenjak kedatangan nenek di rumah ini,aku sudah banyak mengalah,mau bagaimana lagi?Entah kenapa aku selalu merasa mual dan kehilangan nafsu makan ditambah lagi dengan keadaan rumahku yang kacau, sungguh sangat menyebalkan. Akhirnya teman sekerjaku berkata:"Di, sebaiknya kamu periksa ke dokter."Hasil pemeriksaan menyatakan aku sedang hamil.Aku baru sadar mengapa aku mual-mual pagi itu.Sebuah berita gembira yg menyelipkan kesedihan.Mengapa suami dan nenek sebagai orang yg berpengalaman tidak berpikir sampai sejauh itu? Di pintu masuk rumah sakit aku melihat suamiku. Tiga hari tidak bertemu dia berubah drastis, muka kusut kurang tidur, aku ingin segera berlalu tetapi rasa iba membuatku tertegun dan memanggilnya. Dia melihat ke arahku tetapi seakan akan tidak mengenaliku lagi, pandangan matanya penuh kebencian dan itu melukaiku.Aku berkata pada diriku sendiri, jangan lagi melihatnya dan segera memanggil taksi. Padahal aku ingin memberitahunya bahwa kami akan segera memiliki seorang anak.Dan berharap aku akan diangkatnya tinggi-tinggi dan diputar-putar sampai aku minta ampun tetapi..... mimpiku tidak menjadi kenyataan.
Didalam taksi air mataku tumpah. Mengapa kesalah pahaman ini berakibat sangat buruk? Sampai di rumah aku berbaring di ranjang memikirkan peristiwa tadi,memikirkan sinar matanya yg penuh kebencian, aku amat sedih.Tengah malam,aku mendengar suara orang membuka laci,aku menyalakan lampu dan melihat dia dgn wajah berlinang air mata sedang mengambil uang dan buku tabungannya. Aku nenatapnya dengan dingin tanpa berkata-kata.Dia seperti tidak melihatku saja dan segera berlalu.Sepertinya dia sudah memutuskan utk meninggalkan aku.Sungguh lelaki yg sangat picik, dalam saat begini dia masih bisa membedakan antara cinta dengan uang.Aku tersenyum sambil menitikan air mata.
Aku tidak masuk kerja keesokan harinya, aku ingin secepatnya membereskan masalah ini,aku akan membicarakan semua masalah ini dan pergi mencarinya di kantornya.Di kantornya aku bertemu dengan seketarisnya yg melihatku dengan wajah bingung, ia berkata."Ibunya pak direktur baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas dan sedang berada di rumah sakit."
Mulutku terbuka lebar. Aku segera menuju rumah sakit dan saat menemukannya,nenek sudah meninggal.Suamiku tidak pernah menatapku sekejappun, wajahnya kaku. Aku memandang jasad nenek yg terbujur kaku.Sambil menangis aku menjerit dalam hati:"Tuhan,mengapa ini bisa terjadi?" Sampai selesai upacara pemakaman,suamiku tidak pernah bertegur sapa denganku,jika memandangku selalu dengan pandangan penuh kebencian.Peristiwa kecelakaan itu aku juga tahu dari orang lain,pagi itu nenek berjalan ke arah terminal, rupanya dia mau kembali ke kampung.Suamiku mengejar sambil berlari, tapi nenek juga berlari makin cepat sampai tidak melihat sebuah bus yg datang ke arahnya dengan kencang.
Aku baru mengerti mengapa pandangan suamiku penuh kebencian. Jika aku tidak muntah pagi itu,jika kami tidak bertengkar, jika............dimatanya,akulah penyebab kematian nenek. Suamiku akhirnya pindah ke kamar nenek, dan setiap malam pulang kerja dengan badan penuh bau asap rokok dan alkohol.Aku merasa bersalah tetapi juga merasa harga diriku terinjak-injak. Aku ingin menjelaskan bahwa semua ini bukan salahku dan juga memberitahunya bahwa kami akan segera mempunyai anak.Tetapi melihat sinar matanya, aku urungkan.
Waktu berlalu dengan sangat lambat.Kami hidup serumah tetapi seperti tidak mengenal satu sama lain.Dia pun pulang makin larut malam.Suasana tegang didalam rumah. Suatu hari,aku berjalan melewati sebuah cafe, melalui keremangan lampu dan kisi-kisi jendela, aku melihat suamiku dengan seorang wanita didalam.Dia sedang menyibak rambut sang gadis dengan mesra.Aku tertegun dan mengerti apa yg telah terjadi.Aku masuk kedalam dan berdiri di depan mereka sambil menatap tajam kearahnya.Aku tidak menangis juga tidak berkata apapun karena aku juga tidak tahu harus berkata apa.Sang gadis melihatku dan ke arah suamiku dan segera hendak berlalu.Tetapi dicegah oleh suamiku dan menatap kembali ke arahku dengan sinar mata yg tidak kalah tajam dariku.Suara detak jangtungku terasa sangat keras, seolah tiap detak suara seperti suara menuju kematian.Akhirnya aku mengalah dan berlalu dari hadapan mereka, jika tidak.. mungkin aku akan jatuh bersama bayiku dihadapan mereka. Malam itu dia tidak pulang ke rumah.Seakan menjelaskan padaku apa yang telah terjadi. Sepeninggal nenek,rajutan cinta kasih kami juga sepertinya telah berakhir.Dia tidak kembali lagi ke rumah, kadang sewaktu pulang ke rumah,aku mendapati lemari seperti bekas dibongkar. Aku tahu dia kembali mengambil barang-barang keperluannya. Aku tidak ingin menelepon dia walaupun kadang terbersit suatu keinginan untuk menjelaskan semua ini.Tetapi itu tidak terjadi.........,semua berlalu begitu saja. Aku mulai hidup seorang diri, termasuk pergi check kandungan. Setiap kali melihat sepasang suami istri sedang check kandungan bersama,hati ini serasa hancur.Teman-teman menyarankan agar aku membuang saja bayi ini, tetapi aku seperti orang yg sedang histeris mempertahankan miliknya. Hitung-hitung sebagai pembuktian kepada nenek bahwa aku tidak bersalah.
Suatu hari pulang kerja, aku melihat suamiku duduk didepan ruang tamu.Ruangan penuh asap rokok dan ada selembar kertas diatas meja,tidak perlu tanya aku juga tahu surat apa itu. Dua bulan hidup sendiri, aku sudah bisa mengontrol emosi.Sambil membuka mantel dan topi aku berkata kepadanya:"Tunggu sebentar,aku akan segera menanda tanganinya".Dia melihatku dengan pandangan awut-awutan demikian juga aku.Aku berkata pada diri sendiri, jangan menangis, jangan menangis, meski rasanya amat sulit. Selesai membuka mantel, aku berjalan ke arahnya dan ternyata dia memperhatikan perutku yg agak membuncit.Sambil duduk di kursi,aku menanda tangani surat itu dan menyodorkan kepadanya."Di, kamu hamil?" Semenjak nenek meninggal, itulah pertama kali dia berbicara padaku.Aku tidak bisa lagi membendung air mata. Aku menjawab:"Iya,tetapi tidak apa-apa.Kamu sudah boleh pergi". Dia tidak pergi, dalam keremangan ruangan kami saling berpandangan.Perlahan-lahan dia membungkukkan badannya ke tanganku,air matanya terasa menembus lengan bajuku.Tetapi di lubuk hatiku, semua sudah berlalu, banyak hal yg sudah hilang dan tidak bisa diraih kembali. Entah sudah berapa kali aku mendengar dia mengucapkan kata:"Maafkan aku,maafkan aku". Aku sempat berpikir untuk memaafkannya tetapi tidak bisa.Tatapan matanya saat di cafe bersama seorang wanita itu tidak akan pernah aku lupakan.Cinta diantara kami telah ada sebuah luka yg menganga.
Aku putus asa. Hanya sewaktu memikirkan bayiku,aku bisa bertahan untuk terus hidup. Sejak itu terhadapnya, hatiku dingin bagaikan es,tidak pernah menyentuh semua makanan pembelian dia,tidak menerima semua hadiah pemberiannya tidak juga berbicara lagi dengannya.Sejak menanda tangani surat itu,semua cintaku padanya sudah berlalu,harapanku telah lenyap. Kadang dia mencoba masuk ke kamar untuk tidur bersamaku,aku segera berlalu ke ruang tamu,dia terpaksa kembali ke kamar nenek. Malam hari, terdengar suara orang mengerang dari kamar nenek tetapi aku tidak perduli.Itu adalah permainan dia dari dulu.Jika aku tidak perduli padanya,dia akan berpura-pura sakit sampai aku menghampirinya dan bertanya apa yang sakit.Dia lalu akan memelukku sambil tertawa terbahak-bahak.Dia lupa........,itu adalah dulu,saat cintaku masih membara,sekarang apa lagi yg aku miliki? Begitu seterusnya, setiap malam aku mendengar suara orang mengerang sampai anakku lahir.Hampir setiap hari dia selalu membeli barang-barang perlengkapan bayi, perlengkapan anak-anak dan buku-buku bacaan untuk anak-anak.Setumpuk demi setumpuk sampai kamarnya penuh sesak dengan barang-barang. Aku tahu dia mencoba menarik simpatiku tetapi aku tidak bergeming.Terpaksa dia mengurung diri dalam kamar,malam hari dari kamarnya selalu terdengar suara pencetan keyboard komputer.Mungkin dia lagi tergila-gila chatting dan berpacaran di dunia maya pikirku.Bagiku itu bukan lagi suatu masalah.
Suatu malam di musim semi, perutku tiba-tiba terasa sangat sakit dan aku berteriak dengan suara yg keras.Dia segera berlari masuk ke kamar,sepertinya dia tidak pernah tidur.Saat inilah yg mungkin ditunggu-tunggu olehnya.Aku digendongnya dan berlari mencari taksi ke rumah sakit.Sepanjang jalan,dia mengenggam erat tanganku,menghapus keringat dingin yg mengalir di dahiku.Sampai di rumah sakit,aku segera digendongnya menuju ruang bersalin.Di punggungnya yg kurus kering,aku terbaring dengan hangat dalam dekapannya. Sampai dipintu ruang bersalin, dia memandangku dengan tatapan penuh kasih sayang saat aku didorong menuju persalinan, sambil menahan sakit aku masih sempat tersenyum padanya. Keluar dari ruang bersalin, dia memandangku dan bayi kami dengan wajah penuh air mata sambil tersenyum bahagia. Aku memegang tangannya,dia membalas memandangku dengan bahagia,tersenyum dan menangis lalu terjerambab ke lantai. Aku berteriak histeris memanggil namanya. Setelah sadar,dia tersenyum tetapi tidak bisa membuka matanya.
Aku pernah berpikir tidak akan lagi meneteskan sebutir air matapun untuknya,tetapi kenyataannya lain,aku tak pernah merasakan sesakit saat ini. Kata dokter,kanker hati suamiku sudah sampai pada stadium mematikan,bisa bertahan sampai hari ini saja sudah merupakan sebuah mukjijat. Aku tanya kapankah kanker itu terdeteksi? 5 bulan yg lalu kata dokter,bersiap-siaplah menghadapi kemungkinan terburuk.Aku tidak lagi perduli dengan nasehat perawat, aku segera pulang ke rumah dan ke kamar nenek lalu menyalakan komputer. Ternyata selama ini suara orang mengerang adalah benar apa adanya,aku masih berpikir dia sedang bersandiwara. Sebuah surat yg sangat panjang ada di dalam komputer yg ditujukan kepada anak kami."Anakku,demi dirimu aku terus bertahan,sampai aku bisa melihatmu.Itu adalah harapanku.Aku tahu dalam hidup ini,kita akan menghadapi semua bentuk kebahagiaan dan kekecewaan,sungguh bahagia jika aku bisa melaluinya bersamamu tetapi ayah tidak mempunyai kesempatan untuk itu.Didalam komputer ini,ayah mencoba memberikan saran dan nasehat terhadap segala kemungkinan hidup yg akan kamu hadapi.Kamu boleh mempertimbangkan saran ayah. "Anakku,selesai menulis surat ini,ayah merasa telah menemanimu hidup selama bertahun -tahun.Ayah sungguh bahagia.Cintailah ibumu,dia sungguh menderita,dia adalah orang yg paling mencintaimu dan orang yg paling ayah cintai". Mulai dari kejadian yg mungkin akan terjadi sejak TK,SD,SMP,SMA sampai kuliah,semua tertulis dengan lengkap didalamnya.Dia juga menulis sebuah surat untukku."Kasihku,dapat menikahimu adalah hal yg paling membahagiakan dalam hidup ini. Maafkan salahku, maafkan aku tidak pernah memberitahumu tentang penyakitku.Aku tidak mau kesehatan bayi kita terganggu oleh karenanya.Kasihku, jika engkau menangis sewaktu membaca surat ini,berarti kau telah memaafkan aku.Terima kasih atas cintamu padaku selama ini. Hadiah-hadiah ini aku tidak punya kesempatan untuk memberikannya pada anak kita.Pada bungkusan hadiah tertulis semua tahun pemberian padanya".
Ketika kembali ke rumah sakit, suamiku terlihat masih terbaring lemah.Aku menggendong anak kami dan membaringkannya diatas dadanya sambil berkata:"Sayang,bukalah matamu sebentar saja,lihatlah anak kita.Aku mau dia merasakan kasih sayang dan hangatnya pelukan ayahnya".Dengan susah payah dia membuka matanya,tersenyum..............anak itu tetap dalam dekapannya,dengan tanganya yg mungil memegangi tangan ayahnya yg kurus dan lemah.Tidak tahu aku sudah menjepret berapa kali momen itu dengan kamera di tangan sambil berurai air mata.................... Teman2 terkasih,aku sharing cerita ini kepada kalian,agar kita semua bisa menyimak pesan dari cerita ini.Mungkin saat ini air mata kalian sedang jatuh mengalir atau mata masih sembab sehabis menangis,ingatlah pesan dari cerita ini :"Jika ada sesuatu yg mengganjal di hati diantara kalian yg saling mengasihi, sebaiknya utarakanlah jangan simpan didalam hati.Siapa tau apa yg akan terjadi besok? Ada sebuah pertanyaan:Jika kita tahu besok adalah hari kiamat,apakah kita akan menyesali semua hal yg telah kita perbuat? atau apa yg telah kita ucapkan? Sebelum segalanya menjadi terlambat,pikirlah matang2 semua yg akan kita lakukan sebelum kita menyesalinya seumur hidup.

Minggu, 02 Agustus 2009

APA SIH PENYEBAB KANKER ?

Rasanya merinding sekaligus ngeri saat membaca dari Situs Depkes yang mengatakan ada 6 juta pasien kanker baru pertahun di dunia. Dan setiap tahun jumlah penderita kanker di dunia bertambah 6,25 juta orang. Di negara-negara berkembang, setiap tahunnya tercatat 100 penderita kanker dari setiap 100.000 penduduk. Di Indonesia jumlah penderita kankernya mencapai 6 persen dari populasi. Jika dibandingkan dengan catatan sensus penduduk tahun 2000 dari Badan Pusat Statistik yang menyebutkan jumlah penduduk Indonesia mencapai 203,46juta orang, maka penderita kanker di Indonesia kira-kira berjumlah12.180.000 orang. Wow.........semoga kita dan orang-orang yang kita cintai tak pernah termasuk diantaranya.
Apa sih penyebab penyakit kanker sesungguhnya?? Relatif sulit menemukan penyebab dari setiap jenis penyakit kanker, tapi secara umum penyebab serangan kanker merupakan gabungan dari sekumpulan faktor, baik secara genetik atau yang berkaitan dengan lingkungan. Namun ada beberapa faktor yang diduga meningkatkan resiko terjadinya kanker, seperti dijabarkan berikut ini:

Faktor keturunan.
Faktor genetik menyebabkan beberapa keluarga memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya. Jenis kanker yang cenderung diturunkan dalam keluarga adalah kanker payudara, kanker indung telur, kanker kulit dan kanker usus besar. Sebagai contoh, risiko wanita untuk menderita kanker meningkat 1,5 s/d 3 kali jika ibunya atau saudara perempuannya menderita kanker payudara.

Faktor Lingkungan.
Merokok sigaret meningkatkan resiko terjadinya kanker paru - paru, mulut, laring (pita suara), dan kandung kemih.- Sinar Ultraviolet dari matahari- Radiasi ionisasi (yang merupakan karsinogenik) digunakan dalam sinar rontgen dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom atom yang bisa menjangkau jarak yang sangat jauh. Contoh, orang yang selamat dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II, berisiko tinggi menderita kanker sel darah, seperti Leukemia.

Faktor Makanan yang mengandung bahan kimia.
Makanan juga dapat menjadi faktor risiko penting lain penyebab kanker, terutama kanker pada saluran pencernaan. Contoh jenis makanan yang dapat menyebabkan kanker adalah : - Makanan yang diasap dan diasamkan (dalam bentuk acar) meningkatkan resiko terjadinya kanker lambung- Minuman yang mengandung alkohol menyebabkan berisiko lebih tinggi terhadap kanker kerongkongan.- Zat pewarna makanan- Logam berat seperti merkuri yang sering terdapat pada makanan laut yang tercemar seperti: kerang, ikan, dsb.- Berbagai makanan (manis,tepung) yang diproses secara berlebihan.

Faktor Virus.
Virus yang dapat dan dicurigai menyebabkan kanker antara lain :
- Virus Papilloma menyebabkan kutil alat kelamin (genitalis) agaknya merupakan salah satu penyebab kanker leher rahim pada wanita.
- Virus Sitomegalo menyebabkan Sarkoma Kaposi (kanker sistem pembuluh darah yang ditandai oleh lesi kulit berwarna merah)
- Virus Hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati.
- Virus Epstein - Bar (di Afrika) menyebabkan Limfoma Burkitt, sedangkan di China virus ini menyebabkan kanker hidung dan tenggorokan. Ini terjadi karena faktor lingkungan dan genetik. - Virus Retro pada manusia misalnya virus HIV menyebabkan limfoma dan kanker darah lainnya.

Faktor Infeksi.
- Parasit Schistosoma (bilharzia) dapat menyebabkan kanker kandung kemih karena terjadinya iritasi menahun pada kandung kemih. Namun penyebab iritasi menahun lainnya tidak menyebabkan kanker.
- Infeksi oleh Clonorchis yang menyebabkan kanker pankreas dan saluran empedu.
- Helicobacter Pylori adalah suatu bakteri yang mungkin merupakan penyebab kanker lambung, dan diduga bakteri ini menyebabkan cedera dan peradangan lambung kronis sehingga terjadi peningkatan kecepatan siklus sel.

Faktor perilaku.
- Perilaku yang dimaksud adalah merokok dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan daging yang diawetkan juga peminum minuman beralkohol.
- Perilaku seksual yaitu melakukan hubungan intim diusia dini dan sering berganti ganti pasangan.

Faktor Gangguan keseimbangan hormonal.
Hormon estrogen berfungsi merangsang pertumbuhan sel yang cenderung mendorong terjadinya kanker, sedangkan progesteron melindungi terjadinya pertumbuhan sel yang berlebihan.
- Ada kecenderungan bahwa kelebihan hormon estrogen dan kekurangan progesteron menyebabkan meningkatnya risiko kanker payudara, kanker leher rahim, kanker rahim dan kanker prostat dan buah zakar pada pria.

Faktor kejiwaan, emosional.
- Stres yang berat dapat menyebabkan ganggguan keseimbangan seluler tubuh. Keadaan tegang yang terus menerus dapat mempengaruhi sel, dimana sel jadi hiperaktif dan berubah sifat menjadi ganas sehingga menyebabkan kanker.

Faktor Radikal bebas.
- Radikal bebas adalah suatu atom, gugus atom, atau molekul yang mempunyai electron bebas yang tidak berpasangan dilingkaran luarnya. Sumber - sumber radikal bebas yaitu :
1. Radikal bebas terbentuk sebagai produk sampingan dari proses metabolisme.
2. Radikal bebas masuk ke dalam tubuh dalam bentuk racun-racun kimiawi dari makanan , minuman, udara yang terpolusi, dan sinar ultraviolet dari matahari.
3. Radikal bebas diproduksi secara berlebihan pada waktu kita makan berlebihan (berdampak pada proses metabolisme) atau bila kita dalam keadaan stress berlebihan, baik stress secara fisik, psikologis,maupun biologis.

(Sumber : Dari berbagai sumberCompiled by : http://www.cancerhelps.com/)

Kamis, 30 Juli 2009

MENGAPA BLOG TENTANG KANKER?


Saya membuat blog tentang kanker bukan karena “tertarik” dengan sepak terjang penyakit ini, sebaliknya karena sangat benci. Ibunda tercinta saya, Rukiah Bahar, akhirnya meninggal dunia karena setahun terakhir dari penderitaan sakit gagal ginjalnya pada tahun 2000, sudah berkembang menjadi kanker ginjal yang membuat beliau akhirnya menyerah. Salah satu tante saya, Tri Badaiani, menyusul dua tahun berikutnya akibat kanker payudara. Dan bertambahlah kemasygulan hati saya karena salah satu kerabat keluarga kami yang lain juga tak luput dari cengkeraman penyakit mematikan ini, Wardhania, harus bergulat melawan kejamnya agresi kanker serviks yang kini sudah sekitar 5 tahun dideritanya . Bukan main sakitnya hati saya.
Namun demikian adalah pendapat yang salah jika kanker dianggap sebagai penyakit keturunan .
Bila seseorang mempunyai keluarga yang menderita kanker (misalnya ayah atau ibu), maka risiko dia terkena kanker memang lebih besar daripada orang yang tak mempunyai keluarga yang menderita kanker. Namun orang cenderung berasumsi kanker sebagai penyakit keturunan, lebih karena pola hidup dalam keluarga yang sudah mengakar kuat sehingga pola hidup salah yang dilakukan si penderita kanker cenderung juga diikuti oleh anggota keluarga lainnya, dengan pola yang persis sama. Sehingga akhirnya berulanglah penderitaan kanker tersebut. Tetapi, itu tak berarti Anda nantinya akan menderita kanker juga, jika gaya hidup anda merupakan gaya hidup sehat yang menghindari alcohol, tembakau dan bahan-bahan kimia yang dapat mencetuskan kanker. Apalagi jika asupan nutrisi untuk tubuh memadai, tentu saja kanker bisa dicegah. Blog “JAUHKAN KANKER DARI HIDUP ANDA”, akan memberi banyak masukan seputar kanker, baik pencegahan maupun pengobatannya. Kalau setiap orang memulai dari dirinya sendiri untuk pro aktif melaksanakan gerakan pencegahan, ekspansi kanker bisa jauh ditekan lajunya. Insya Allah.
Anda yang ingin berbagi pengalaman mengenai penyakit kanker, silahkan kirim cerita anda ke alamat email saya:
edbawythona@yahoo.com. Saya akan menerbitkan pengalaman anda di blog ini.