Sabtu, 05 Desember 2009
INGIN SEHAT ? BERILAH MAAF.
Senin, 24 Agustus 2009
PUASA DAN PENYEMBUHAN KANKER
Penyebab kanker sudah lama diketahui merupakan multi faktor. Artinya tidak disebabkan oleh faktor tunggal. Namun dipercaya bahwa kanker adalah efek samping dari gaya hidup modern yang salah kaprah dan tak terkontrol. Kombinasi stress kronis, racun-racun kimiawi dari polusi, efek bahan-bahan pengawet pada makanan, serta beberapa pencetus lain merupakan hal-hal yang dapat menyebabkan kanker.
Pengobatan terhadap kanker terus mengalami kemajuan dari waktu ke waktu dengan berbagai metodologi, namun hingga saat ini belum didapatkan cara terjitu yang dapat menuntaskan penyakit tersebut hingga mencapai kesembuhan total. Salah satu cara yang kini mulai dilirik untuk lebih menjinakkan keganasan kanker adalah berpuasa. Efek medik dari puasa memang sangat masuk akal, karena puasa sebetulnya adalah proses detoksifikasi menyeluruh pada tubuh. Dengan berpuasa, secara otomatis kita telah mengurangi asupan makanan berlemak dan tinggi kalori, juga membatasi nikotin, alkohol, kafein, gula, susu, daging, garam, MSG, dan telur yang dalam kuantitas tertentu bisa merugikan tubuh. Selain itu, berpuasa juga akan membatasi pemasukan zat pemanis buatan, zat pewarna sintetik, zat pengawet kimia, dan bahan bahan lain yang sesungguhnya tidak dibutuhkan oleh tubuh. Detoksifikasi dapat diartikan sebagai pembersihan tubuh bagian dalam, terutama sistem pencernaan, terhadap berbagai jenis racun. Karena secara alamiah, usus besar (kolon) merupakan pusat kotoran, sehingga wajar kalau organ tersebut tidak bisa bersih 100 persen. Dengan berpuasa, usus kita menjadi tidak penuh seperti biasanya.
Kosongnya usus akan mengurangi peluang kontak antara senyawa beracun (toksin) dengan usus, sehingga dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit, terutama kanker kolon. Kanker kolon timbal terjadi karena kontak secara terus-menerus antara senyawa karsinogenik (penyebab kanker) dengan dinding kolon.
Puasa notabene membatasi frekwesi makan, karena salah satu dampak negatif dari makan yang berlebih adalah menumpuknya racun (toksin) di dalam tubuh. Racun tersebut merupakan salah satu metabolit dari proses metabolisme normal di dalam tubuh. Organ tubuh yang harus bekerja keras untuk mengatasi toksin tersebut adalah hati. Hati harus melakukan proses detoksifikasi (penawaran racun) agar tidak meracuni tubuh. Kemampuan hati sangat tergantung dari toksin yang baru saja dilumpuhkan. Jika jumlah toksin berlebih karena pola makan yang selalu berlebih, hati tidak akan mampu untuk menetralkannya.
Maka ummat Islam sangat beruntung dapat menjalani puasa Ramadhan sebulan penuh sebagai penyeimbang dari 11 bulan yang terlewati sebelumnya dengan kegiatan makan yang menumpuk racun-racun dalam tubuh. Tak heran tubuh yang telah dibersihkan dari racun-racun ini menjadi sehat dan pulih, sementara kelangsingan tubuh yang menyertai hasil dari puasa tersebut sebetulnya hanyalah merupakan efek samping belaka. Karena puasa bukan semata-mata metode untuk pelangsingan. Selain sebagai penggemblengan mental spiritual sebagai esensi utama dari ibadah puasa itu sendiri, kegiatan ini mengandung seribu manfaat yang tak bisa diabaikan begitu saja. Beberapa manfaat puasa terhadap kesehatan antara lain: memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan; membebaskan tubuh dari racun, kotoran dan ampas yang bertumpuk; membuat kulit lebih sehat bersinar; memblokir makanan untuk bakteri, virus dan sel kanker; menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh; meningkatkan daya serap makanan; menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh; memperbaiki fungsi hormon; meningkatkan fungsi organ reproduksi; meremajakan sel-sel tubuh; meningkatkan fungsi organ tubuh; meningkatkan fungsi susunan saraf pusat, dsb.
Bayangkan, tubuh yang telah mengalami proses penyehatan dan pemulihan yang luar biasa itu, tentu meningkatkan daya tahan tubuh secara signifikan. Daya tahan tubuh yang meningkat juga merupakan suatu cara menguatkan antibody pada tubuh yang dapat menangkal serangan-serangan merugikan berupa penyakit. Sehingga dapat dimaklumi bila invasi sel kanker juga dapat dihambat atau diperlambat kecepatannya untuk menyebar. Semakin kuat antibody tubuh, semakin piawai pula dalam menumpas ganasnya sel-sel kanker. Namun tentu saja metodologi puasa ini tidak dihentikan begitu saja, lalu kembali ke gaya hidup serupa sebelumnya yang "kotor" dan tak teratur. Karna bisa jadi racun yang cepat kembali menumpuk, akan membuat tubuh kembali tak berdaya. Proses detoksifikasi bisa diteruskan sebagai pilihan gaya hidup sehat yang dijalani secara berkelanjutan. Misalnya melakukan ritual puasa seminggu dua kali. Atau pilihan lain, menjalani hidup bersih dengan diet makanan sehat rendah kalori yang menjauhi daging dan makanan berpengawet, serta memperbanyak asupan buah dan sayur . Karna sehat sebetulnya tidak terjadi dengan sendirinya. Sehat adalah sebuah pilihan hidup dan keputusan pribadi.
Senin, 03 Agustus 2009
FILM TENTANG KANKER, "PIECES OF APRIL"
Sutradara: Peter HedgesSkenario: Peter HedgesPemain: Kathie Holmes, Patricia Clarkson, Oliver Platt Produksi: MGM/United Artist
Sebuah perjalanan menuju New York adalah sebuah jalan panjang mencari hubungan cinta sebelum kematian. Di sebuah pagi hari Thanksgiving, keluarga Burns tergopoh-gopoh berbenah diri karena akan melangsungkan perjalanan panjang menuju New York dengan mengendarai mobil. Putri sulung, April Burns (Katie Holmes), mengundang seluruh anggota keluarganya untuk menikmati kalkun panggang buatannya di hari Thanksgiving—sebuah tradisi keluarga Amerika untuk bersyukur—di apartemennya di New York, tempat tinggalnya bersama pacar barunya, Bobby (Derek Luke).
Ini seolah menjadi "cerita biasa" jika keluarga Burns didefinisikan sebagai "keluarga biasa" di Amerika. Tetapi Hedges adalah seorang pendongeng yang bertutur dengan "kejam" karena percaya bahwa dalam kepahitan hidup masih ada keindahan. Semua film yang ditulisnya (sebelumnya ia dikenal sebagai penulis skenario About a Boy dan What's Eating Gilbert Grape) selalu menyajikan kisah tentang bagaimana keluarga-keluarga di Barat yang disfungsional mencoba bertahan hidup dengan "normal".
Film Pieces of April menyajikan kisah keluarga Burns dengan humor dan air mata. Joy Burns, sang ibu (diperankan dengan dahsyat oleh Patricia Clarkson, yang meraih nominasi Academy Awards tahun ini), digerogoti kanker dan akan menghadapi hari-hari akhirnya dengan sikap yang kontradiktif: tenang, terkadang sinis, penuh humor pahit, tetapi juga penuh dendam dan penyesalan pada diri sendiri. Ia mengenakan wig karena rambutnya habis digilas mesin kemoterapi. Payudaranya telah hilang disadap kanker, dan nyawanya sudah menanti giliran untuk direbut dari tubuhnya. Sang ayah, Jim Burns (Oliver Platt dalam penampilan yang berbeda: manis dan penuh pengertian), adalah seorang ayah yang sangat akomodatif terhadap apa pun keinginan dan keganjilan sang istri. Beth (Allison Pills), adik "teladan" yang tak rela harus berjalan jauh mengunjungi sang kakak, yang selama ini dikenal sebagai anak yang paling menyusahkan keluarga. Timmy (John Gallagher Jr.), adik lelaki, fotografer yang merekam seluruh kejadian dalam hidup keluarganya. Dan terakhir, sang nenek Dottie (Alice Drummond), yang sudah pikun tetapi sesekali mampu secara efektif mengeluarkan kritik tajam terhadap sarkasme putrinya yang mengiris hati.
Perjuangan pertama yang tampil di layar adalah bagaimana seorang berandal seperti April, yang hidup di apartemen kumuh dengan pacarnya (baru kali ini dia punya pacar baik hati yang tulus), mantan pecandu narkotik, trouble maker nomor wahid di keluarga ("Dia punya hobi membakar kasur di rumah, hobi menusuk seluruh tubuhnya dengan berbagai anting," seru sang ibu, putus asa), mencoba menyelenggarakan rekonsiliasi dengan keluarganya, yang sudah lama ditinggalkannya, dengan memasak kalkun panggang. Harap ingat, April adalah seorang perempuan remaja dengan berbagai lubang tindik di sekujur tubuh, make up mata seperti habis ditonjok, dan mantan pecandu narkotik yang mencoba hidup baik-baik, tapi belum pernah mengupas bawang, apalagi mengetahui resep isi kalkun. Tapi "nawaitu" itu penting. Meski seluruh keluarga luar biasa enggan menyambangi sang kakak—karena takut menghadapi masalah—kecuali sang ayah yang selalu percaya putri sulungnya berniat hidup baik, perjuangan April untuk memasak menjadi sebuah komedi yang mengharukan. Dimulai dari oven yang rusak, April memulai hari besar buruknya dengan menenteng kalkunnya yang mentah dari satu apartemen ke apartemen lain untuk numpang meminjam panggangan. Ia bertemu dengan tetangga, pasangan yang memasak kalkunnya dengan "baik dan benar" ("Tidak ada yang mau makanan dari kalengan," kata sang suami dengan nyinyir mendengar April akan mengaduk cranberry sauce dari kaleng), ke tetangga lain yang berisi seorang yuppie yang bersedia meminjamkan ovennya yang licin mulus dengan "ongkos" seks (yang tentu saja dibalas April dengan menghajar tetangga kurang ajar itu).
Film dengan tema sederhana ini menjadi luar biasa karena mampu meremas humor dan air mata tanpa manipulasi; semuanya mengalir begitu saja. Penampilan semua bintang meyakinkan, tetapi penampilan Patricia Clarkson sebagai sang ibu adalah sebuah perayaan seni peran kelas atas.
Akhir film ini tentu saja sebuah akhir yang diharapkan penonton: bahwa semua kesulitan dan mimpi buruk ini harus berakhir dengan kedamaian. Tetapi Peter Hedges tak akan memberikan akhir yang bahagia secara gampangan. Dia paham bahwa setelah seluruh suasana chaos dan hati yang berdarah, penonton harus diberi antidot, sesuatu yang "menyembuhkan" ketidaknyamanan. Toh Hedges tetap menekankan, film ini adalah tentang sebuah perjalanan, bukan tujuan. Tak banyak sutradara dan produser yang mampu melakukan ini: membuat film "kecil" dengan anggaran rendah hanya dalam waktu tiga pekan dengan hasil yang besar: luar biasa!
DERITA KANKER DALAM SITUASI SALAH PAHAM
Sebuah salah pengertian bisa dengan tragis mengakibatkan kehancuran sebuah rumah tangga.Sungguh menyedihkan tatkala nilai akhir sebuah kehidupan sudah terbuka, tetapi segalanya sudah terlambat.
Minggu, 02 Agustus 2009
Apa sih penyebab penyakit kanker sesungguhnya?? Relatif sulit menemukan penyebab dari setiap jenis penyakit kanker, tapi secara umum penyebab serangan kanker merupakan gabungan dari sekumpulan faktor, baik secara genetik atau yang berkaitan dengan lingkungan. Namun ada beberapa faktor yang diduga meningkatkan resiko terjadinya kanker, seperti dijabarkan berikut ini:
Faktor keturunan.
Faktor genetik menyebabkan beberapa keluarga memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya. Jenis kanker yang cenderung diturunkan dalam keluarga adalah kanker payudara, kanker indung telur, kanker kulit dan kanker usus besar. Sebagai contoh, risiko wanita untuk menderita kanker meningkat 1,5 s/d 3 kali jika ibunya atau saudara perempuannya menderita kanker payudara.
Faktor Lingkungan.
Merokok sigaret meningkatkan resiko terjadinya kanker paru - paru, mulut, laring (pita suara), dan kandung kemih.- Sinar Ultraviolet dari matahari- Radiasi ionisasi (yang merupakan karsinogenik) digunakan dalam sinar rontgen dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom atom yang bisa menjangkau jarak yang sangat jauh. Contoh, orang yang selamat dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II, berisiko tinggi menderita kanker sel darah, seperti Leukemia.
Faktor Makanan yang mengandung bahan kimia.
Makanan juga dapat menjadi faktor risiko penting lain penyebab kanker, terutama kanker pada saluran pencernaan. Contoh jenis makanan yang dapat menyebabkan kanker adalah : - Makanan yang diasap dan diasamkan (dalam bentuk acar) meningkatkan resiko terjadinya kanker lambung- Minuman yang mengandung alkohol menyebabkan berisiko lebih tinggi terhadap kanker kerongkongan.- Zat pewarna makanan- Logam berat seperti merkuri yang sering terdapat pada makanan laut yang tercemar seperti: kerang, ikan, dsb.- Berbagai makanan (manis,tepung) yang diproses secara berlebihan.
Faktor Virus.
Virus yang dapat dan dicurigai menyebabkan kanker antara lain :
- Virus Papilloma menyebabkan kutil alat kelamin (genitalis) agaknya merupakan salah satu penyebab kanker leher rahim pada wanita.
- Virus Sitomegalo menyebabkan Sarkoma Kaposi (kanker sistem pembuluh darah yang ditandai oleh lesi kulit berwarna merah)
- Virus Hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati.
- Virus Epstein - Bar (di Afrika) menyebabkan Limfoma Burkitt, sedangkan di China virus ini menyebabkan kanker hidung dan tenggorokan. Ini terjadi karena faktor lingkungan dan genetik. - Virus Retro pada manusia misalnya virus HIV menyebabkan limfoma dan kanker darah lainnya.
Faktor Infeksi.
- Parasit Schistosoma (bilharzia) dapat menyebabkan kanker kandung kemih karena terjadinya iritasi menahun pada kandung kemih. Namun penyebab iritasi menahun lainnya tidak menyebabkan kanker.
- Infeksi oleh Clonorchis yang menyebabkan kanker pankreas dan saluran empedu.
- Helicobacter Pylori adalah suatu bakteri yang mungkin merupakan penyebab kanker lambung, dan diduga bakteri ini menyebabkan cedera dan peradangan lambung kronis sehingga terjadi peningkatan kecepatan siklus sel.
Faktor perilaku.
- Perilaku yang dimaksud adalah merokok dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan daging yang diawetkan juga peminum minuman beralkohol.
- Perilaku seksual yaitu melakukan hubungan intim diusia dini dan sering berganti ganti pasangan.
Faktor Gangguan keseimbangan hormonal.
Hormon estrogen berfungsi merangsang pertumbuhan sel yang cenderung mendorong terjadinya kanker, sedangkan progesteron melindungi terjadinya pertumbuhan sel yang berlebihan.
- Ada kecenderungan bahwa kelebihan hormon estrogen dan kekurangan progesteron menyebabkan meningkatnya risiko kanker payudara, kanker leher rahim, kanker rahim dan kanker prostat dan buah zakar pada pria.
Faktor kejiwaan, emosional.
- Stres yang berat dapat menyebabkan ganggguan keseimbangan seluler tubuh. Keadaan tegang yang terus menerus dapat mempengaruhi sel, dimana sel jadi hiperaktif dan berubah sifat menjadi ganas sehingga menyebabkan kanker.
Faktor Radikal bebas.
- Radikal bebas adalah suatu atom, gugus atom, atau molekul yang mempunyai electron bebas yang tidak berpasangan dilingkaran luarnya. Sumber - sumber radikal bebas yaitu :
1. Radikal bebas terbentuk sebagai produk sampingan dari proses metabolisme.
2. Radikal bebas masuk ke dalam tubuh dalam bentuk racun-racun kimiawi dari makanan , minuman, udara yang terpolusi, dan sinar ultraviolet dari matahari.
3. Radikal bebas diproduksi secara berlebihan pada waktu kita makan berlebihan (berdampak pada proses metabolisme) atau bila kita dalam keadaan stress berlebihan, baik stress secara fisik, psikologis,maupun biologis.
(Sumber : Dari berbagai sumberCompiled by : http://www.cancerhelps.com/)
Kamis, 30 Juli 2009
Saya membuat blog tentang kanker bukan karena “tertarik” dengan sepak terjang penyakit ini, sebaliknya karena sangat benci. Ibunda tercinta saya, Rukiah Bahar, akhirnya meninggal dunia karena setahun terakhir dari penderitaan sakit gagal ginjalnya pada tahun 2000, sudah berkembang menjadi kanker ginjal yang membuat beliau akhirnya menyerah. Salah satu tante saya, Tri Badaiani, menyusul dua tahun berikutnya akibat kanker payudara. Dan bertambahlah kemasygulan hati saya karena salah satu kerabat keluarga kami yang lain juga tak luput dari cengkeraman penyakit mematikan ini, Wardhania, harus bergulat melawan kejamnya agresi kanker serviks yang kini sudah sekitar 5 tahun dideritanya . Bukan main sakitnya hati saya.
Namun demikian adalah pendapat yang salah jika kanker dianggap sebagai penyakit keturunan .
Bila seseorang mempunyai keluarga yang menderita kanker (misalnya ayah atau ibu), maka risiko dia terkena kanker memang lebih besar daripada orang yang tak mempunyai keluarga yang menderita kanker. Namun orang cenderung berasumsi kanker sebagai penyakit keturunan, lebih karena pola hidup dalam keluarga yang sudah mengakar kuat sehingga pola hidup salah yang dilakukan si penderita kanker cenderung juga diikuti oleh anggota keluarga lainnya, dengan pola yang persis sama. Sehingga akhirnya berulanglah penderitaan kanker tersebut. Tetapi, itu tak berarti Anda nantinya akan menderita kanker juga, jika gaya hidup anda merupakan gaya hidup sehat yang menghindari alcohol, tembakau dan bahan-bahan kimia yang dapat mencetuskan kanker. Apalagi jika asupan nutrisi untuk tubuh memadai, tentu saja kanker bisa dicegah. Blog “JAUHKAN KANKER DARI HIDUP ANDA”, akan memberi banyak masukan seputar kanker, baik pencegahan maupun pengobatannya. Kalau setiap orang memulai dari dirinya sendiri untuk pro aktif melaksanakan gerakan pencegahan, ekspansi kanker bisa jauh ditekan lajunya. Insya Allah.
Anda yang ingin berbagi pengalaman mengenai penyakit kanker, silahkan kirim cerita anda ke alamat email saya: edbawythona@yahoo.com. Saya akan menerbitkan pengalaman anda di blog ini.
